You are currently viewing Sistem Baru AC Milan: Allegri Mulai Pertimbangkan Lepas Formasi Tiga Bek

Sistem Baru AC Milan: Allegri Mulai Pertimbangkan Lepas Formasi Tiga Bek

AC Milan kembali berada di persimpangan taktik. Setelah cukup lama mengandalkan skema tiga bek, pelatih Massimiliano Allegri mulai membuka ruang evaluasi menyeluruh terhadap pendekatan yang selama ini menjadi andalan.

Sejak awal masa kepelatihannya, Allegri dikenal konsisten menerapkan formasi 3-5-2. Sistem tersebut sempat memberikan stabilitas permainan sekaligus menghasilkan rentetan hasil positif dalam periode yang cukup panjang.

Namun, tren performa yang mulai menurun membuat skema tersebut tak lagi terasa aman. Target mengamankan posisi empat besar klasemen memaksa staf pelatih mencari solusi taktik yang lebih segar dan adaptif terhadap karakter lawan.

Formasi Tiga Bek AC Milan Tak Lagi Sakral

Pada laga pembuka musim, Allegri sebenarnya sempat mencoba pendekatan berbeda dengan formasi 4-3-3. Sayangnya, hasil yang kurang memuaskan membuat sistem itu segera ditinggalkan.

AC Milan kemudian kembali ke skema 3-5-2 dan bertahan cukup lama berkat konsistensi permainan. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, lawan mulai mampu membaca pola serangan dan organisasi bertahan Milan, sehingga efektivitasnya perlahan menurun.

Kondisi tersebut mendorong Allegri kembali melakukan eksperimen dalam sesi latihan pekan ini. Mengutip laporan Tuna55, sang pelatih mulai menguji penggunaan empat bek sebagai alternatif, terutama saat menghadapi tim dengan blok pertahanan rendah.

Pendekatan ini tidak diproyeksikan sebagai solusi sementara semata. Skema empat bek disebut akan terus dieksplorasi dalam beberapa pekan ke depan, menyesuaikan kebutuhan pertandingan dan lawan yang dihadapi.

Pertimbangan Manajemen Pemain

Perubahan sistem taktik juga berkaitan erat dengan manajemen pemain. Dalam skema lama, Alexis Saelemaekers nyaris tidak mendapat waktu istirahat karena terbatasnya opsi di sektor sayap.

Dengan formasi empat bek, rotasi pemain dinilai bisa berjalan lebih fleksibel tanpa mengorbankan keseimbangan tim. Hal ini membuka peluang pembagian menit bermain yang lebih rasional sepanjang musim.

Di lini depan, skema 4-3-3 juga berpotensi memaksimalkan peran Christopher Nkunku dan Niclas Füllkrug. Keduanya dinilai lebih nyaman beroperasi di tengah trisula serangan, meski memiliki karakter berbeda.

Nkunku unggul dalam mobilitas dan pergerakan di antara lini, sementara Füllkrug menawarkan kekuatan fisik sebagai target man di kotak penalti. Kombinasi tersebut dinilai sulit dimaksimalkan dalam struktur 3-5-2.

Meski demikian, belum ada kepastian apakah formasi baru akan menjadi pilihan utama dalam waktu dekat. Untuk saat ini, Allegri tampaknya menjadikannya sebagai opsi tambahan yang semakin sering dipertimbangkan.

Bagi AC Milan, fleksibilitas taktik menjadi kunci menghadapi fase krusial musim ini. Keputusan Allegri dalam beberapa laga ke depan berpotensi menentukan arah akhir perjalanan Rossoneri.

Leave a Reply