You are currently viewing Sinopsis Film Kuyank: Ketakutan Seorang Istri Berujung Teror Mistis

Sinopsis Film Kuyank: Ketakutan Seorang Istri Berujung Teror Mistis

Film horor Indonesia terbaru berjudul Kuyank resmi meramaikan layar bioskop pekan ini. Dibintangi Rio Dewanto, Putri Intan, Ochi Rosdiana, hingga aktor senior Barry Prima, film ini menawarkan kisah horor yang berpadu dengan drama rumah tangga serta kearifan lokal Kalimantan Selatan. Disutradarai Johansyah Jumberan, Kuyank menjadi sajian yang tak hanya mengandalkan jumpscare, tetapi juga konflik emosional yang kuat.

Diproduksi oleh DHF Entertainment, Kuyank merupakan film prekuel dari Saranjana Kota Ghaib, yang sebelumnya sukses besar dengan raihan lebih dari satu juta penonton. Proses syuting Kuyank berlangsung selama 21 hari di Kandangan dan Banjarmasin, menghadirkan nuansa autentik wilayah Kalimantan Selatan yang kental dengan budaya dan mitos setempat.

Kisah Awal Pernikahan dan Tekanan Keluarga

Cerita berpusat pada Rusmiati (Putri Intan), perempuan sederhana yang menikah dengan Badri (Rio Dewanto), seorang pria berada yang jatuh cinta padanya sejak pertemuan pertama. Setelah kehilangan sang ibu, Rusmiati menerima pinangan Badri dan memulai kehidupan baru sebagai pasangan suami istri. Pada awal pernikahan, rumah tangga mereka berjalan harmonis dan penuh harapan.

Namun, kebahagiaan itu perlahan terganggu ketika usia pernikahan bertambah tanpa kehadiran buah hati. Rusmiati tak kunjung hamil, sementara tekanan dari keluarga Badri semakin kuat. Ibu mertua yang sejak awal menentang pernikahan mereka mendesak Badri untuk menikah lagi demi mendapatkan keturunan. Situasi ini membuat Rusmiati terjebak dalam ketakutan akan kehilangan suaminya.

Jalan Pintas Ilmu Hitam Kuyang dan Teror Mengerikan

Didorong rasa cemas dan keputusasaan, Rusmiati memilih jalan yang keliru. Ia mempelajari ilmu kuyang—sebuah ajian hitam yang dipercaya dapat menjaga kecantikan, mempertahankan pesona, serta membuat suami tak berpaling ke perempuan lain. Harapannya, Badri akan tetap setia dan tak tergoda untuk menikah lagi.

Sayangnya, keputusan nekat tersebut justru memicu rangkaian peristiwa mengerikan. Desa tempat Rusmiati dan Badri tinggal berubah menjadi wilayah penuh teror. Kejadian tragis menimpa ibu hamil dan bayi, membuat warga hidup dalam ketakutan. Situasi semakin genting saat rahasia Rusmiati akhirnya terungkap. Amarah dan kecurigaan warga memuncak, menuntut pertanggungjawaban atas malapetaka yang terjadi.

Konflik Batin dan Pilihan Sulit

Berbeda dari horor konvensional, Kuyank menempatkan latar budaya sebagai fondasi cerita. Ochi Rosdiana mengungkapkan bahwa film ini membedah asal-usul kuyang dan tidak sekadar menampilkan sosok menyeramkan. Putri Intan pun menegaskan bahwa film ini memperlihatkan kehidupan masyarakat Kalimantan Selatan, cara pandang mereka terhadap mitos, serta konflik sosial yang mengitarinya.

Arahan detail dari sang sutradara membantu para pemain menggali emosi karakter secara mendalam. Fauziah, karakter yang diperankan Ochi Rosdiana, digambarkan sebagai sosok baik hati namun sarkastik. Sementara Rusmiati dipotret sebagai perempuan penyayang, patuh, dan penuh cinta—namun juga nekat saat berada di bawah tekanan.

Melalui kisah Rusmiati, Kuyank menyampaikan pesan tentang bahaya keputusan instan yang lahir dari ketakutan. Film ini bukan hanya soal horor mistis, tetapi juga potret getir tentang cinta, tekanan sosial, dan konsekuensi dari pilihan yang salah. Tuna55

Leave a Reply