You are currently viewing Peter Schmeichel Kecam Ego Manchester United Usai Pemecatan Ruben Amorim

Peter Schmeichel Kecam Ego Manchester United Usai Pemecatan Ruben Amorim

Pemecatan Ruben Amorim dari kursi manajer Manchester United masih memicu perdebatan luas. Kali ini, kritik tajam datang dari legenda klub, Peter Schmeichel, yang menilai keputusan tersebut dipengaruhi ego internal dan berpotensi merugikan United dalam jangka pendek maupun panjang.

Amorim resmi dilepas pada Senin lalu, hanya sehari setelah konferensi pers panas yang menyoroti ketegangan antara dirinya dan jajaran petinggi klub. Dalam konferensi tersebut, Amorim secara terbuka menegaskan bahwa dirinya adalah manajer Manchester United, bukan sekadar head coach. Pernyataan itu disebut-sebut menyinggung pihak internal klub.

Situasi memanas setelah muncul kabar bahwa direktur olahraga United, Jason Wilcox, kerap bertindak layaknya manajer di balik layar. Amorim dikabarkan kurang nyaman dengan campur tangan Wilcox, terutama setelah sang direktur mempertanyakan pendekatan taktik yang ia terapkan dalam pertemuan internal. Ketegangan inilah yang diyakini menjadi salah satu faktor utama pemecatan pelatih asal Portugal tersebut.

Peter Schmeichel Heran dengan Keputusan Klub

Peter Schmeichel mengaku terkejut dengan waktu pengambilan keputusan tersebut. Mantan kiper legendaris United, peraih lima gelar Liga Inggris, menilai pemecatan Amorim dilakukan secara tergesa-gesa dan sulit dipahami.

“Saya benar-benar terkejut. Jujur, saya tidak melihat ini akan terjadi dan sampai sekarang pun saya masih sulit memahaminya,” ujar Schmeichel dalam wawancara dengan Viaplay.

Ia menambahkan bahwa jika memang ada ketidakpuasan terhadap Amorim, seharusnya manajemen bertindak lebih awal, bukan pada waktu yang justru memperburuk keadaan internal klub.

Peringatan Tegas Schmeichel

Schmeichel juga menegaskan bahwa ego individu tidak boleh menjadi landasan dalam pengambilan keputusan besar di klub sebesar Manchester United.

“Jika Jason Wilcox merasa tersinggung atau tidak nyaman, itu tidak seharusnya ditentukan oleh egonya. Yang dipertaruhkan adalah kepentingan klub,” tegasnya.

Menurut Schmeichel, langkah ini justru membuat Manchester United kembali melangkah mundur, apa pun keputusan lanjutan yang diambil manajemen.

Kursi Pelatih Sementara dan Kandidat Pengganti

Setelah pemecatan Amorim, Manchester United belum menetapkan manajer permanen. Darren Fletcher sempat ditunjuk sebagai pelatih sementara dan memimpin laga yang berakhir imbang 2-2 melawan Burnley. Namun, Fletcher diprediksi hanya menjadi sosok transisi sebelum klub menunjuk pelatih interim hingga akhir musim.

Beberapa nama mulai mencuat sebagai kandidat pelatih sementara, termasuk Ole Gunnar Solskjaer dan Michael Carrick, yang dikabarkan telah menjalani wawancara dengan manajemen klub Tuna55.

Sementara untuk posisi manajer permanen musim depan, Manchester United disebut tengah mempertimbangkan sejumlah nama seperti Oliver Glasner dan Roberto De Zerbi.

Leave a Reply