You are currently viewing Mahkota Permaisuri Prancis Ditinggal Perampok, 1 Elang Emas Hilang

Mahkota Permaisuri Prancis Ditinggal Perampok, 1 Elang Emas Hilang

Mahkota Permaisuri Prancis Ditinggal Perampok, 1 Elang Emas Hilang – Museum Louvre di Paris merilis rangkaian foto terbaru yang

memperlihatkan kondisi mahkota kekaisaran Prancis yang rusak parah.

Mahkota tersebut diketahui merupakan milik Permaisuri Eugénie, yang dihiasi berlian dan zamrud,

dan sempat ditemukan tergeletak di luar area museum usai aksi pencurian tahun lalu.

Pihak Louvre menyatakan bahwa meski mengalami kerusakan serius, mahkota itu masih berada dalam kondisi “nyaris utuh” dan

dapat dipulihkan tanpa perlu rekonstruksi ulang. Mengutip AFP, Jumat (6/2/2026),

kerusakan terjadi saat para pencuri berupaya menarik mahkota tersebut keluar melalui celah sempit

yang mereka buat pada etalase kaca tempat benda bersejarah itu dipamerkan.

Ketika ditemukan, mahkota masih menyimpan 56 batu zamrud dan 1.344 berlian,

meski kehilangan 10 berlian dari jumlah aslinya. Selain itu, satu dari delapan ornamen elang emas

yang menghiasi mahkota tersebut juga dilaporkan hilang.

Kronologi Perampokan dan Proses Restorasi

Sebuah komite ahli yang dipimpin langsung oleh Presiden Museum Louvre, Laurence des Cars,

telah dibentuk untuk mengawasi proses restorasi mahkota tersebut. Sementara itu, pihak kepolisian telah menahan empat orang

yang diduga terlibat dalam komplotan pencurian, meskipun hingga kini otak utama kejahatan serta sebagian perhiasan

yang dicuri belum berhasil ditemukan.

Aksi perampokan yang terjadi pada Minggu pagi, 19 Oktober 2025, mengejutkan publik Prancis.

Mengutip Channel News Asia, para pelaku membawa kabur delapan benda bersejarah yang seluruhnya merupakan perhiasan

dari era Napoleon Bonaparte. Barang-barang tersebut mencakup diadem safir, kalung,

serta sepasang anting yang terkait dengan Ratu Marie-Amélie dan Hortense.

Selain itu, pencuri juga membawa kalung dan anting zamrud yang dikaitkan dengan Permaisuri Marie-Louise

istri kedua Napoleon—serta sebuah bros relikui. Diadem berlian Permaisuri Eugénie dan bros besar bergaya korsase-pita,

yang dikenal sebagai karya kekaisaran dengan keahlian langka, turut menjadi bagian dari jarahan.

Dari seluruh benda yang dicuri, hanya satu yang berhasil ditemukan kembali, yakni mahkota kekaisaran Eugénie

bertatahkan lebih dari 1.300 berlian dan zamrud. Mahkota tersebut ditemukan di luar museum dalam kondisi rusak, namun masih dapat dipulihkan.

Penangkapan terhadap para tersangka dilakukan secara bertahap. Dua orang pertama diamankan tak lama setelah kejadian,

salah satunya warga negara Aljazair. Lima tersangka lainnya ditangkap pada 29 Oktober 2025 di wilayah sekitar Paris.

Jaksa Paris, Laure Beccuau, menyatakan bahwa pihaknya telah lama mengawasi tersangka utama,

meski hingga saat itu belum ada perhiasan lain yang berhasil ditemukan.

Pengamanan Diperketat dan Kenaikan Harga Tiket

Pasca perampokan yang diperkirakan merugikan hingga Rp1,7 triliun, manajemen Museum Louvre

mengumumkan peningkatan besar-besaran pada sistem keamanan. Laurence des Cars menyebutkan bahwa museum

akan memasang kamera CCTV tambahan dan sistem anti-penyusup baru di seluruh area kompleks.

Sekitar 100 kamera pengawas baru dijadwalkan beroperasi pada akhir tahun depan, sementara sistem anti-intrusi mulai dipasang

sejak Desember 2025. Sistem tersebut dirancang untuk mencegah penyusup mendekati bangunan museum,

sedangkan kamera CCTV difungsikan guna memastikan perlindungan maksimal terhadap lingkungan Louvre.

“Setelah fase keterkejutan dan evaluasi, kini saatnya bertindak,” ujar des Cars dalam rapat dengan Komite Urusan Kebudayaan Majelis Nasional.

Langkah ini merupakan bagian dari lebih dari 20 kebijakan darurat, termasuk pembentukan jabatan baru sebagai koordinator keamanan museum.

Peningkatan keamanan juga menjadi prioritas dalam proyek jangka panjang bertajuk Louvre New Renaissance,

sebuah rencana modernisasi bernilai hingga 800 juta euro yang ditargetkan selesai pada 2031.

Proyek ini mencakup pembaruan infrastruktur, pengurangan kepadatan pengunjung, serta pembangunan galeri khusus untuk lukisan Mona Lisa.

Sejalan dengan upaya pendanaan proyek tersebut, mulai Januari 2026 Louvre resmi menaikkan harga tiket masuk bagi

wisatawan non-Eropa menjadi 32 euro, naik sekitar 45 persen dibanding tarif untuk pengunjung Eropa.

Kebijakan harga ganda ini diperkirakan akan menghasilkan tambahan pendapatan 15 hingga 20 juta euro per tahun.

Meski didukung pemerintah Prancis, kebijakan tersebut menuai kontroversi.

Sejumlah pihak menilai sistem tarif berbeda berpotensi membatasi akses museum

paling ramai di dunia Tuna55 bagi wisatawan dari negara berpenghasilan menengah ke bawah.

Leave a Reply