Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan ( Basarnas ) menyatakan berada dalam posisi siaga menyusul insiden munculnya asap beracun di area tambang emas milik PT Antam Unit Pertambangan Emas Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.
Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Noer Isrodin, menjelaskan bahwa Kantor SAR Jakarta telah melakukan koordinasi awal dengan pihak perusahaan sejak menerima laporan kejadian tersebut. Basarnas, kata dia, siap memberikan dukungan apabila dibutuhkan.
Kantor SAR Jakarta sudah berkoordinasi dengan pihak perusahaan. Penanganan awal dilakukan oleh tim internal mereka, dan Basarnas siap membantu jika diminta, ujar Noer saat dikonfirmasi, Rabu (14/1/2026).
Mengutip laporan Antara, pemantauan awal menunjukkan adanya kepulan asap tebal yang mengandung gas beracun di area tambang pada Selasa (13/1/2026) dini hari. Koordinasi awal antara Unit Siaga SAR dan pihak perusahaan dilakukan pada pukul 13.00 WIB di hari yang sama, dengan informasi bahwa kejadian telah berlangsung sejak malam sebelumnya.
Dalam proses koordinasi tersebut, pihak kepolisian bersama manajemen PT Antam telah lebih dulu melakukan penanganan di lokasi. Kantor SAR Jakarta juga berkoordinasi dengan BPBD setempat untuk memantau perkembangan situasi secara berkelanjutan.
PT Antam memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini dan menegaskan bahwa kondisi di lokasi telah berhasil dikendalikan sesuai standar operasional prosedur (SOP) keselamatan perusahaan.
Meski demikian, Basarnas mencatat sejumlah kendala dalam pemantauan, antara lain asap tebal yang membatasi jarak pandang, tingginya kadar gas beracun, serta lokasi sumber asap yang berada jauh di dalam area tambang.
Klarifikasi Kepolisian: Tidak Ada Ledakan
Sebelumnya, Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menegaskan bahwa informasi mengenai dugaan ledakan di tambang emas Pongkor tidak benar. Pernyataan tersebut disampaikan setelah pihak kepolisian menerima penjelasan langsung dari pimpinan PT Antam Pongkor.
Penjelasan teknis sudah disampaikan secara rinci oleh manajemen Antam. Mereka menegaskan bahwa tidak terjadi ledakan di area pertambangan, ujar Wikha.
Ia menjelaskan bahwa peristiwa yang terjadi adalah munculnya kepulan asap di salah satu lubang tambang di blok Cepu pada Selasa dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Setelah kejadian tersebut, penanganan langsung dilakukan dan seluruh pekerja dievakuasi dari area tambang.
Hasil pengecekan menyeluruh memastikan tidak ada karyawan yang menjadi korban maupun terjebak di dalam lubang. Informasi yang menyebutkan adanya ratusan pekerja terperangkap dipastikan tidak benar, tegasnya.
Hingga kini, penyebab munculnya asap masih diselidiki. Tim internal PT Antam belum dapat masuk ke titik sumber asap karena kadar karbon monoksida (CO) di dalam tambang masih berada di atas ambang aman.
Pemkab Bogor Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa
Sementara itu, Bupati Bogor Rudy Susmanto memastikan bahwa insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.
Alhamdulillah, berdasarkan informasi dari pimpinan Antam, tidak ada satu pun karyawan yang menjadi korban, ujarnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini peninjauan langsung ke lokasi belum dapat dilakukan karena kadar gas karbon monoksida masih tergolong tinggi. Pada saat kejadian, tingkat gas CO sempat mencapai 1.200, sementara ambang batas aman berada di angka 25. Menjelang Selasa sore, kadar tersebut dilaporkan telah menurun, namun masih belum sepenuhnya aman.
Pemerintah daerah bersama PT Antam dan unsur terkait akan melakukan pengecekan lanjutan setelah kondisi dinyatakan aman. Kami berharap situasi segera pulih dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal, pungkas Rudy. Tuna55