Petualangan Lionel Messi di sepak bola Eropa resmi berakhir pada 2023 setelah dua musim membela Paris Saint-Germain. Kepindahannya ke Paris pada 2021 terjadi usai Barcelona gagal memperpanjang kontraknya karena kendala finansial.
Selama berseragam PSG, Messi merasakan atmosfer kompetisi yang berbeda dari La Liga. Ia harus beradaptasi dengan sistem permainan baru di tengah skuad bertabur bintang di Parc des Princes.
Secara statistik, Messi mencatat 75 penampilan di seluruh kompetisi bersama PSG. Dari jumlah tersebut, ia menorehkan 32 gol dan 35 assist dalam kurun dua musim.
Berakhirnya kontrak Messi di Paris langsung memicu spekulasi besar mengenai masa depannya. Salah satu tawaran paling mencengangkan datang dari Arab Saudi, dengan nilai kontrak yang nyaris tak masuk akal.
Pengakuan Anmar Al Haili soal Gagalnya Al-Ittihad Merekrut Lionel Messi
Mantan Presiden Al-Ittihad, Anmar Al Haili, akhirnya buka suara mengenai upaya klubnya mendatangkan Messi. Ia mengungkapkan bahwa pendekatan dilakukan secara langsung ketika kontrak sang megabintang di PSG berakhir.
Menurut Al Haili, tawaran yang diajukan benar-benar serius, bahkan berbentuk cek kosong dengan nilai fantastis demi membujuk Messi hijrah ke Jeddah.
Saya menawarkan Messi €1,4 miliar atau sekitar Rp27,4 triliun, namun ia menolaknya. Keputusan itu diambil demi keluarganya, ujar Al Haili, dikutip dari Sportsmole.
Meski seluruh aspek finansial telah disiapkan, Messi disebut menutup peluang tersebut tanpa keraguan berarti.
Faktor Keluarga Jadi Alasan Utama Penolakan
Al Haili menegaskan bahwa kenyamanan keluarga menjadi faktor penentu di balik keputusan Messi. Sang pemain menempatkan keseimbangan hidup di atas kontrak bernilai luar biasa.
Keputusan tersebut diambil pada fase penting dalam kariernya, setelah menyelesaikan periode singkat bersama PSG. Messi memilih jalur yang menurutnya lebih selaras dengan kehidupan pribadi dan keluarganya.
Meski gagal merekrut Messi, Al-Ittihad mengaku menghormati pilihan sang pemain dan tidak menutup pintu di masa depan.
Ia menolak tanpa ragu karena keluarga lebih penting daripada uang. Saya menghormatinya, dan Al-Ittihad selalu terbuka jika suatu hari ia ingin datang, ujar Al Haili.
Messi Bahagia Jalani Proyek Jangka Panjang di MLS
Alih-alih ke Arab Saudi, Messi justru memilih tantangan baru bersama Inter Miami di Major League Soccer. Ia resmi bergabung pada Juni 2023 melalui kesepakatan yang juga melibatkan kerja sama komersial strategis.
Kontrak tersebut mencakup gaji tahunan sekitar €50–60 juta, ditambah pembagian pendapatan dari mitra MLS. Faktor gaya hidup di Amerika Serikat menjadi daya tarik tambahan bagi Messi dan keluarganya.
Kini, di usia 38 tahun, Messi telah memperpanjang kontraknya hingga 2028 pada Oktober 2025. Langkah itu menegaskan komitmennya terhadap proyek jangka panjang klub asal Florida tersebut.
Saya sangat bahagia bisa melanjutkan perjalanan di sini. Proyek ini adalah mimpi yang kini menjadi kenyataan indah. Sejak tiba di Miami, saya benar-benar menikmati hidup dan sepak bola, ujar Messi. Tuna55