Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,5 yang berpusat di wilayah tenggara Pacitan, Jawa Timur, mengguncang kawasan selatan Pulau Jawa pada Jumat (6/2/2026) dini hari. Getaran gempa terasa cukup kuat hingga ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan menyebabkan kepanikan warga yang berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Keterangan dari BMKG Soal Gempa Magnitudo
Berdasarkan keterangan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut tergolong gempa dangkal dengan kedalaman sekitar 58 kilometer. BMKG memastikan peristiwa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami, namun masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Dampak paling signifikan tercatat di wilayah DIY. Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata, menyampaikan bahwa hingga laporan sementara diterima, sebanyak 40 warga harus mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit dan puskesmas.
“Korban luka tercatat menjalani perawatan, namun sejauh ini tidak ada laporan korban meninggal dunia,” ujar Ruruh saat dikonfirmasi.
Selain korban luka, kerusakan bangunan juga dilaporkan terjadi di beberapa wilayah. Di Kota Yogyakarta, gempa mengakibatkan kerusakan pada atap balai kampung di kawasan Umbulharjo. Sementara itu, Kabupaten Bantul menjadi daerah dengan dampak paling luas.
Kepala BPBD Bantul, Mujahid Amrudin, mengungkapkan bahwa gempa berdampak pada sedikitnya 10 kapanewon, di antaranya Banguntapan, Bantul, Imogiri, Jetis, Kasihan, Pajangan, Pleret, Pundong, Sedayu, dan Srandakan. Kerusakan meliputi delapan unit rumah warga, dua tempat ibadah, satu fasilitas pemerintah, dua fasilitas pendidikan, serta satu fasilitas kesehatan. Selain itu, tercatat 15 orang mengalami luka-luka akibat kejadian tersebut.
Laporan Kerusakan Akibat Gempa
Hingga laporan terakhir diterima, wilayah Sleman, Kulon Progo, dan Gunungkidul belum melaporkan adanya kerusakan bangunan maupun korban jiwa. Meski demikian, BPBD menyatakan pendataan masih terus berlangsung dan angka tersebut dapat berubah seiring masuknya laporan lanjutan dari lapangan.
Dari sisi intensitas guncangan, BMKG mencatat Kabupaten Bantul dan Sleman merasakan gempa dengan skala IV MMI, sementara Kulon Progo dan Gunungkidul berada pada skala III MMI. Di beberapa wilayah Pacitan, khususnya Tulakan, warga melaporkan getaran terasa cukup lama hingga memicu warga membunyikan kentongan sebagai tanda peringatan bahaya.
Peristiwa ini menambah kewaspadaan masyarakat, mengingat wilayah Pacitan dan pesisir selatan Jawa dikenal rawan aktivitas seismik. Gempa tersebut terjadi hanya beberapa hari setelah Pacitan diguncang gempa darat intraslab pada 27 Januari 2026.
Di media sosial, dampak gempa ramai diperbincangkan. Sejumlah warganet mengunggah video dan foto kerusakan bangunan, mulai dari dinding retak hingga atap rumah yang runtuh. BMKG kembali mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, mengikuti informasi resmi dari sumber terpercaya, serta tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum terverifikasi. Tuna55