You are currently viewing Orang Kaya di Indonesia Terus Bertambah, Orang Miskin Makin Miskin, Uangnya Lari ke Mana?

Orang Kaya di Indonesia Terus Bertambah, Orang Miskin Makin Miskin, Uangnya Lari ke Mana?

Laporan terbaru Knight Frank Global Wealth Report mencatat terdapat 8.120 orang Indonesia dengan kekayaan bersih di atas US$10 juta. Angka ini memang baru sekitar 0,3 persen dari total orang kaya dunia, namun pertumbuhannya berlangsung konsisten, bahkan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Jumlah orang kaya di Indonesia terus meningkat. Ini bukan sekadar cerita soal gaya hidup mewah, melainkan sinyal perubahan arah ekonomi nasional.

Di kawasan Asia Tenggara, posisi Indonesia kini cukup menonjol. Singapura masih memimpin sebagai pusat kekayaan dengan 9.674 individu superkaya, disusul Thailand (9.192 orang). Indonesia berada di atas Malaysia, Filipina, dan Vietnam. Fakta ini menunjukkan daya tahan ekonomi domestik masih relatif kuat, meski tekanan geopolitik dan kebijakan suku bunga global belum sepenuhnya mereda.

Dari Bisnis Lama ke Aset Baru

Pertanyaan penting kemudian muncul: ke mana uang para orang kaya ini mengalir?

Sektor properti masih menjadi pilihan utama. Sekitar 44 persen family office global berencana menambah porsi investasi di bidang ini. Hunian premium, kawasan logistik, hingga properti komersial tetap diminati karena dinilai lebih stabil dalam menghadapi gejolak ekonomi.

Namun, terjadi perubahan menarik di balik layar. Generasi baru orang kaya, khususnya milenial dan Gen Z, tidak lagi semata-mata mengejar keuntungan jangka pendek. Mereka mulai memasukkan pertimbangan lingkungan dan dampak sosial dalam keputusan investasi.

Sekitar 75 persen investor muda disebut bersedia membayar lebih untuk produk dan instrumen investasi yang ramah lingkungan. Hal ini mendorong meningkatnya minat terhadap investasi berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG).

Sektor energi terbarukan pun mulai masuk radar. Dari pembangkit listrik tenaga surya hingga teknologi penyimpanan baterai, investasi hijau perlahan menjadi alternatif baru bagi pemilik modal besar.

Asia Melesat, Amerika Masih Memimpin

Secara global, Amerika Serikat masih menjadi rumah bagi hampir 39 persen orang kaya dunia, dengan lebih dari 905 ribu individu superkaya. China dan Jepang menyusul di posisi atas, sementara India mencatat pertumbuhan cepat berkat sektor teknologi dan ekosistem start-up.

Meski demikian, Asia diprediksi melampaui Amerika Utara dalam kecepatan menciptakan orang kaya baru. Namun dominasi AS di pasar saham dan teknologi, terutama kecerdasan buatan (AI), masih sulit disaingi.

Peluang dan Tantangan bagi Indonesia

Bagi Indonesia, tren ini menghadirkan peluang sekaligus tantangan. Bertambahnya kelas kaya dapat menjadi motor investasi, inovasi, dan pertumbuhan ekonomi. Namun tanpa arah kebijakan yang jelas, akumulasi modal juga berpotensi memperlebar kesenjangan sosial.

Satu hal yang pasti, peta kekayaan sedang berubah. Dan ke mana uang para orang kaya Indonesia mengalir hari ini, akan ikut menentukan wajah ekonomi nasional di masa depan. Tuna55

Leave a Reply